Tahun 2026 baru saja dimulai, dan industri video game langsung tancap gas. Deretan game baru dipamerkan, sementara franchise lawas mulai dibangkitkan lewat remake, remaster, sampai sekuel segar. Meski begitu, masih ada banyak judul legendaris yang belum juga kembali. Nah, berikut delapan franchise yang dinilai pantas comeback tahun ini.
Titanfall
Seri Titanfall disebut-sebut layak hidup lagi. Game FPS garapan Respawn Entertainment ini dikenal lewat gameplay cepat dan mekanik wall-running yang ikonik. Pemain mengendalikan pilot futuristik yang bisa memanggil robot raksasa Titan di medan perang.
Sejak Titanfall 2, kelanjutan seri ini belum terlihat jelas. Meski semestanya diteruskan lewat Apex Legends, banyak fans merasa nuansa pertempuran Titan masih belum tergantikan.
Guitar Hero
Siapa yang tak kenal Guitar Hero? Game rhythm ini dulu merajai tongkrongan gamer. Dengan deretan lagu rock klasik hingga modern, sensasi bermain gitar plastik terasa seru banget, apalagi kalau mabar.
Franchise di bawah Activision ini sempat kembali lewat Guitar Hero Live, namun kembali redup. Banyak yang menilai 2026 jadi waktu yang pas untuk nostalgia sekaligus inovasi baru.
Breath of Fire
Penggemar JRPG tentu ingat Breath of Fire. Seri ini identik dengan karakter utama bernama Ryu yang bisa berubah jadi naga. Nuansa fantasi klasiknya punya tempat tersendiri di hati gamer lama.
Franchise milik Capcom ini sudah lama hiatus. Dengan tren kebangkitan game RPG klasik, banyak pihak menilai seri ini pantas mendapat kesempatan kedua.
Prototype
Game open-world penuh kekacauan seperti Prototype juga dirasa layak bangkit. Konsep shapeshifter dengan kekuatan brutal dianggap unik dan beda dari yang lain.
Setelah Prototype 2, proyeknya dihentikan karena dinilai tak memenuhi target komersial. Namun rumor soal seri ketiga sempat beredar, membuat harapan fans kembali muncul.
Dino Crisis
Nama Dino Crisis masih sering disebut ketika membahas survival horror klasik. Atmosfer tegang dengan ancaman dinosaurus jadi daya tarik utamanya.
Capcom belakangan merilis ulang seri lamanya di PC. Banyak yang menilai langkah itu seperti sinyal uji pasar sebelum benar-benar menghidupkan seri ini lagi.
Midnight Club
Untuk penggemar balap liar, Midnight Club punya konsep unik. Game racikan Rockstar Games ini membebaskan pemain memilih jalur sendiri selama melewati checkpoint.
Merek dagangnya sempat didaftarkan ulang oleh Take-Two Interactive. Hal itu dianggap sebagai sinyal bahwa seri balap ini belum benar-benar mati.
Tenchu
Kalau bicara stealth ninja, Tenchu jelas tak bisa dilupakan. Seri ini sempat berada di tangan FromSoftware sebelum akhirnya vakum.
Menariknya, FromSoftware berhasil menghidupkan lagi Armored Core setelah lama tertidur. Karena itu, peluang Tenchu untuk kembali dinilai masih terbuka.
Bloody Roar
Terakhir ada Bloody Roar, game fighting dengan konsep perubahan karakter menjadi binatang buas. Keunikannya membuatnya beda dari game tarung lain.
Kini IP tersebut berada di bawah Konami. Dengan tren kebangkitan IP lama seperti Silent Hill dan Metal Gear, banyak yang berharap Bloody Roar jadi nama berikutnya yang dihidupkan kembali.
Tahun 2026 terasa seperti momen yang tepat untuk nostalgia sekaligus evolusi. Jika salah satu dari franchise ini benar-benar comeback, industri game diprediksi bakal makin seru.