Nintendo kayaknya lagi nyiapin langkah besar buat era Switch 2, dan strateginya cukup menarik bahkan sedikit di luar ekspektasi. Alih-alih langsung gas dengan game Mario 3D baru, mereka justru dikabarkan bakal fokus ke nostalgia dengan menghidupkan kembali Star Fox serta melakukan remake besar untuk The Legend of Zelda: Ocarina of Time.
Buat fans lama, ini jelas kabar yang bikin hype. Tapi di sisi lain, absennya Mario 3D sampai 2027 juga jadi bahan perdebatan.
Star Fox Siap Comeback
Setelah cukup lama tenggelam, Star Fox kabarnya bakal dibangkitkan lagi di Switch 2. Franchise ini memang punya basis fans setia, meski beberapa rilisan terakhirnya kurang maksimal.
Kalau benar digarap serius, ini bisa jadi momen kebangkitan buat seri tersebut. Apalagi dengan teknologi baru di Switch 2, pengalaman gameplay bisa dibuat jauh lebih modern.
Banyak yang berharap Nintendo bisa menghadirkan pendekatan baru tanpa menghilangkan ciri khasnya. Kombinasi antara nostalgia dan inovasi bisa jadi kunci sukses.
Kalau berhasil, Star Fox bisa kembali jadi salah satu IP penting Nintendo.
Ocarina of Time Dapat Remake Besar
Selain itu, The Legend of Zelda: Ocarina of Time juga disebut bakal mendapatkan remake besar-besaran. Ini bukan sekadar remaster biasa, tapi benar-benar dibangun ulang dengan teknologi terbaru.
Game ini memang sering disebut sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa. Jadi wajar kalau Nintendo ingin membawanya kembali ke generasi baru.
Dengan visual modern dan kemungkinan peningkatan gameplay, remake ini punya potensi besar untuk menarik pemain lama maupun baru.
Buat fans Zelda, ini bisa jadi salah satu rilisan paling ditunggu di Switch 2.
Kenapa Mario 3D Ditahan?
Yang cukup mengejutkan, Nintendo justru belum berencana merilis game Mario 3D baru dalam waktu dekat. Kabarnya, proyek tersebut baru akan hadir paling cepat di tahun 2027.
Keputusan ini mungkin terasa aneh, mengingat Mario biasanya jadi andalan utama setiap konsol Nintendo.
Namun, bisa jadi Nintendo ingin memberi waktu lebih untuk mengembangkan game yang benar-benar inovatif. Mereka mungkin tidak ingin sekadar merilis sequel biasa.
Pendekatan ini juga membuka ruang bagi franchise lain untuk bersinar lebih dulu di awal siklus Switch 2.
Strategi Nostalgia + Inovasi
Langkah Nintendo ini bisa dilihat sebagai kombinasi antara nostalgia dan strategi jangka panjang. Mereka memanfaatkan IP lama yang kuat sambil menyiapkan proyek besar untuk masa depan.
Dengan menghadirkan remake dan comeback franchise klasik, Nintendo bisa menarik perhatian fans lama sekaligus memperkenalkan game tersebut ke generasi baru.
Di sisi lain, menahan Mario 3D bisa jadi bagian dari strategi agar hype tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kalau semua berjalan sesuai rencana, Switch 2 berpotensi punya lineup yang kuat sejak awal hingga beberapa tahun ke depan.