GTA VI masih jadi game paling ditunggu-tunggu oleh gamer di seluruh dunia pada tahun 2026. Meski sudah mengalami penundaan untuk kedua kalinya dan kini dijadwalkan rilis pada November 2026, antusiasme penggemar tetap tinggi. Banyak gamer masih percaya Rockstar Games bakal menghadirkan pengalaman bermain yang benar-benar maksimal. Namun belakangan ini, muncul rumor baru yang menyebutkan bahwa jadwal rilis GTA VI berpotensi kembali mundur.
Rumor ini langsung bikin komunitas gamer ramai. Pertanyaannya, dari mana asal kabar tersebut dan seberapa besar kemungkinan penundaan itu terjadi?
Rumor Muncul dari Obrolan Podcast
Isu penundaan GTA VI kembali mencuat setelah pembahasan dalam podcast Ringer-Verse Button Mash. Dalam obrolan tersebut, jurnalis game ternama Jason Schreier ikut membahas kondisi pengembangan game-game besar, termasuk GTA VI.
Berdasarkan informasi yang ia peroleh dari sumber internal, Schreier menilai tidak akan mengejutkan jika GTA VI kembali ditunda. Alasannya cukup masuk akal, yakni proses pengembangan game tersebut disebut masih belum sepenuhnya rampung. Rockstar dikabarkan masih terus menambahkan berbagai konten penting, sekaligus menentukan misi dan level mana saja yang akan masuk ke versi final.
Dengan skala game sebesar GTA VI, proses penyempurnaan memang membutuhkan waktu ekstra agar semua elemen terasa solid dan minim masalah.
Penundaan Bukan Hal Asing Buat Rockstar
Schreier juga menilai bahwa penundaan bukan sesuatu yang asing bagi Rockstar Games. Ia mengingatkan pada kasus Red Dead Redemption 2 yang sempat diumumkan rilis pada musim gugur 2017, namun akhirnya baru benar-benar meluncur setahun setelahnya. Meski tertunda, hasil akhirnya justru dipuji dan dianggap sebagai salah satu game terbaik sepanjang masa.
Dari informasi yang beredar, bahkan internal Rockstar sendiri belum sepenuhnya yakin apakah GTA VI bisa dirilis tepat pada November 2026. Ketidakpastian ini membuat jadwal rilis masih terbilang fleksibel.
Risiko Besar Jika Dipaksakan Rilis
Menurut pandangan Schreier, memaksakan GTA VI rilis dalam kondisi belum optimal bisa menjadi risiko besar, terutama bagi Take-Two selaku penerbit. Game dengan kualitas setengah matang dan dipenuhi bug berpotensi merusak reputasi franchise sebesar Grand Theft Auto.
Karena itu, penundaan tambahan dinilai sebagai opsi yang realistis demi memastikan kualitas akhir benar-benar sesuai ekspektasi gamer. Meski menyakitkan bagi penggemar yang sudah menunggu lama, langkah ini bisa jadi keputusan terbaik dalam jangka panjang.
Untuk saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Rockstar atau Take-Two. Gamer pun hanya bisa bersabar sambil berharap GTA VI benar-benar hadir sebagai game yang layak menyandang status paling ambisius di generasinya.