Lucasfilm Games akhirnya memperlihatkan trailer gameplay perdana Star Wars: Galactic Racer di acara Sony State of Play. Cuplikan tersebut langsung memicu antusiasme karena menghadirkan kembali atmosfer balapan liar khas semesta Star Wars dengan sentuhan visual modern dan gaya sinematis yang kuat.
Game ini menawarkan pengalaman balapan yang tidak sekadar cepat, tetapi juga penuh karakter. Identitas Star Wars terasa kental, mulai dari desain kendaraan, tata suara mesin, hingga lanskap planet yang ikonik. Galactic Racer seolah ingin membawa pemain merasakan kembali ketegangan balapan ekstrem yang dulu begitu membekas di hati penggemar.
Daya Tarik Galactic Racer
Salah satu daya tarik utama Galactic Racer adalah variasi lintasannya. Trailer memperlihatkan pemain akan melaju di Sentinel One yang dipenuhi aliran lava, melintasi gurun luas Jakku, menembus hamparan salju Ando Prime, hingga menyusuri hutan tropis Lantaana yang baru diperkenalkan dalam semesta Star Wars.
Setiap planet tidak hanya berbeda secara visual, tetapi juga menawarkan tantangan unik. Trek lava misalnya menuntut presisi tinggi agar tidak tergelincir, sementara lintasan es membutuhkan kontrol ekstra agar kendaraan tetap stabil. Variasi ini memberi kesan bahwa setiap balapan akan terasa berbeda dan tidak monoton.
Pilihan kendaraannya pun beragam, mulai dari landspeeder, skim speeder, speeder bike, hingga podracer klasik. Masing-masing kendaraan memiliki karakteristik tersendiri, dan pemain dapat meningkatkan performanya lewat sistem modifikasi. Penambahan suku cadang serta upgrade mesin membuka peluang strategi yang lebih dalam, sehingga kemenangan tidak hanya ditentukan oleh refleks cepat, tetapi juga pengaturan kendaraan yang tepat.
Cerita Rivalitas di Galactic League
Tidak seperti kebanyakan game balap yang fokus pada kompetisi semata, Galactic Racer juga menghadirkan alur cerita yang cukup kuat. Kisahnya berpusat pada Galactic League, sebuah sirkuit balap ilegal di wilayah Outer Rim yang dipimpin oleh Darius Pax.
Rival utama liga ini adalah Kestar Bool, pembalap dominan yang telah lama menguasai arena. Untuk menggoyang kekuasaan tersebut, Pax merekrut Shade, seorang pembalap berbakat yang menyimpan dendam pribadi terhadap keluarga Bool. Konflik personal inilah yang memberi lapisan drama dalam setiap balapan.
Pendekatan naratif ini membuat pemain tidak hanya terpacu untuk menang, tetapi juga terlibat dalam dinamika persaingan yang emosional. Balapan terasa lebih hidup karena ada cerita dan motivasi di balik setiap garis finis.
Nostalgia Podracing dan Harapan Penggemar
Inspirasi terbesar Galactic Racer jelas berasal dari adegan balapan ikonik di Star Wars: Episode I – The Phantom Menace. Momen ketika Anakin Skywalker muda berlaga di Boonta Eve Classic menjadi salah satu adegan paling berkesan dalam saga Star Wars. Suara mesin podracer yang khas dan sensasi kecepatan ekstrem menjadi elemen yang coba dihidupkan kembali di game ini.
Kembalinya karakter legendaris seperti Ben Quadinaros semakin memperkuat nuansa nostalgia. Meski reaksi awal penggemar cukup beragam, terutama soal grafis dan fisika kendaraan, banyak yang tetap optimis.
Buat PlayStation 5, Xbox Series X/S, serta PC, Galactic Racer dijadwalkan bakal rilis ditahun 2026 ini. Jika mampu menyempurnakan aspek teknisnya, game ini berpotensi menjadi kebangkitan modern tradisi podracing yang melegenda dan membawa balapan galaksi ke generasi baru pemain.