Ubisoft belum lama ini melakukan perombakan besar dalam struktur internal perusahaan. Kini, franchise-franchise mereka dibagi ke beberapa kategori yang ditangani Creative House berbeda. Tujuannya biar pengembangan game lebih fokus dan terarah. Tapi di balik rencana besar itu, ada efek samping yang cukup bikin kaget, yaitu pembatalan sejumlah proyek game yang sebelumnya sudah sempat diumumkan atau bahkan dikembangkan cukup lama.
Dampak dari restrukturisasi ini terasa nyata karena ada enam judul game yang akhirnya dihentikan pengembangannya. Salah satu yang paling jadi sorotan tentu saja remake dari seri legendaris yang sudah lama dinanti gamer. Keputusan ini memunculkan reaksi campur aduk dari komunitas, mulai dari kecewa, kesal, sampai pasrah karena memang industri game belakangan sedang tidak stabil.
Daftar 6 Game yang Dibatalkan, Termasuk Judul Ikonik
Salah satu game populer yang dipastikan batal yakni Prince of Persia: The Sands of Time Remake. Proyek ini sebelumnya sempat direncanakan rilis pada 2026 setelah mengalami pengembangan ulang berkali-kali. Namun, dengan adanya perombakan internal, proyek tersebut akhirnya resmi dihentikan.
Selain itu, ada Project Ether, sebuah game yang mulai dikembangkan sejak 2019. Proyek ini sempat berpindah tangan ke studio Ubisoft Halifax, sebelum akhirnya studio tersebut ditutup dan game-nya ikut dibatalkan. Lalu ada Project Pathfinder atau dikenal sebagai Project U, sebuah game shooter PvPvE yang konsepnya mirip dengan ARC Raiders. Sayangnya, konsep unik ini juga harus kandas di tengah jalan.
Tak cuma itu, Ubisoft juga membatalkan Project Crest, game extraction shooter bertema Perang Dunia II. Dari sisi mobile, dua proyek dari franchise Assassin’s Creed juga kena imbas. Assassin’s Creed Rebellion resmi dihentikan dukungannya, sementara Assassin’s Creed Singularity, game mobile baru yang belum sempat rilis, ikut dibatalkan sebelum benar-benar meluncur ke publik.
Fokus Perombakan, Banyak Proyek Harus Berhenti
Perombakan struktur tampaknya masih jadi fokus utama Ubisoft saat ini. Konsekuensinya, banyak proyek yang dianggap tidak sejalan dengan arah baru perusahaan akhirnya dikorbankan. Dalam delapan tahun terakhir, tercatat sekitar 25 proyek game Ubisoft dibatalkan, termasuk satu game multiplayer Assassin’s Creed yang sempat bikin penasaran komunitas.
Kondisi ini memicu pro dan kontra di internal perusahaan. Beberapa karyawan menilai langkah perombakan terlalu drastis dan berdampak besar pada keamanan kerja. Bahkan, serikat pekerja di Ubisoft dikabarkan mendesak manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas keputusan-keputusan yang dianggap merugikan banyak pihak.
Dampak ke Karyawan dan Masa Depan Ubisoft
Di sisi lain, efek domino dari pembatalan proyek ini juga terasa ke para developer. Ada kekhawatiran soal pemutusan kontrak, perubahan tim, hingga masa depan karier di industri game. Tidak sedikit pekerja yang mulai melirik peluang di studio lain karena merasa situasi di Ubisoft sedang tidak menentu.
Meski begitu, dari sudut pandang bisnis, Ubisoft tampaknya ingin merapikan fokus dan hanya mempertahankan proyek yang benar-benar dianggap punya potensi besar. Tinggal menunggu waktu apakah strategi “bersih-bersih proyek” ini akan membuahkan hasil positif atau justru makin memperpanjang fase sulit yang sedang dialami perusahaan game yang berasal dari Prancis itu.