Tak Perlu Bisa Bahasa Jepang, AI Interpreter Bantu Main Game Retro dengan Mudah

Kalau ngomongin game modern, urusan bahasa rasanya sudah bukan masalah besar. Mayoritas judul baru memang dibikin untuk pasar global dan otomatis punya opsi bahasa Inggris. Tapi beda cerita dengan game retro Jepang. Banyak game lawas legendaris yang sampai sekarang masih “terkunci” bahasa Jepang, bikin pemain internasional cuma bisa nebak-nebak cerita dan dialognya.

Masalah inilah yang coba dijembatani oleh sebuah proyek open-source bernama Interpreter. Proyek ini dikembangkan oleh Bertrand Quenin dan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu pemain memahami teks game retro Jepang secara real-time.

Cara Kerja Interpreter yang Cukup Cerdas

Interpreter dirancang untuk menangkap teks Jepang langsung dari jendela game yang sedang berjalan di layar. Tool ini menggunakan teknologi optical character recognition (OCR) untuk membaca teks, lalu secara instan menerjemahkannya ke bahasa Inggris. Hasil terjemahan kemudian ditampilkan sebagai overlay di atas game, jadi pemain tidak perlu bolak-balik buka aplikasi tambahan.

Menariknya, Interpreter bisa bekerja di hampir semua jendela game, baik game PC lama maupun game yang dijalankan lewat emulator. Prosesnya berjalan otomatis dan real-time, sehingga pengalaman bermain tetap terasa mengalir.

Offline, Gratis, dan Lebih Aman

Salah satu nilai jual terbesar Interpreter adalah seluruh prosesnya berjalan offline. Mulai dari OCR sampai penerjemahan dilakukan langsung di perangkat pengguna, tanpa perlu koneksi internet atau API berbayar. Selain gratis, pendekatan ini juga lebih ramah privasi karena teks yang ditangkap tidak dikirim ke server mana pun.

Untuk tampilan terjemahan, Interpreter menyediakan dua mode overlay. Mode banner berfungsi seperti subtitle di bagian layar, sementara mode in-place menempatkan teks bahasa Inggris tepat di atas tulisan Jepang aslinya di dalam game.

Teknologi di Balik Layar Interpreter

Interpreter dibangun di atas dua proyek open-source lain. Untuk OCR, tool ini mengandalkan MeikiOCR yang memang dirancang khusus membaca teks Jepang dari video game. Sementara proses penerjemahan menggunakan model bahasa besar Sugoi V4, yang bertugas mengonversi teks Jepang ke bahasa Inggris.

Tool ini mendukung Windows, Linux, dan macOS. Khusus pengguna Windows, instalasi dilakukan lewat skrip PowerShell berbasis Python. Pengembang menyebutkan bahwa performa awal mungkin terasa lambat dan akurasi OCR bisa bervariasi, tapi biasanya akan lebih stabil setelah semua model tersimpan secara lokal.

Masih Ada Keterbatasan, Tapi Menjanjikan

Sejumlah pengguna awal menilai Interpreter sebagai proyek yang potensial, meski masih punya keterbatasan soal kompatibilitas dan keandalan. Ada juga yang menyarankan agar tool ini nantinya terintegrasi langsung ke emulator sebagai plugin. Saat ini, Interpreter dilaporkan sudah bisa berjalan di emulator PS3 RPCS3, meski masih terbatas pada mode windowed.

Dibanding tool lama yang bergantung layanan online, Interpreter menawarkan pendekatan yang lebih praktis dan privat. Walau terjemahan komunitas masih jadi standar emas untuk akurasi, kehadiran Interpreter jelas membuka jalan baru bagi aksesibilitas game retro Jepang dengan bantuan AI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© Copyright 2026 Gamezola - Informasi game harian
Powered by WordPress | Mercury Theme