Sega baru saja ngumumin laporan keuangan terbaru mereka untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026. Hasilnya cukup mengagetkan. Penjualan mereka naik besar sampai tembus sekitar 487,5 miliar yen atau kurang lebih Rp54 triliun, tapi profitnya malah turun cukup dalam.
Yang paling bikin sorotan tentu kondisi laba bersih mereka yang berubah jadi rugi sekitar 5,7 miliar yen atau sekitar Rp633 miliar. Penyebab utamanya datang dari impairment besar alias penurunan nilai aset setelah beberapa akuisisi baru yang ternyata belum berjalan mulus.
Walau begitu, dari luar sebenarnya bisnis SEGA masih terlihat cukup aktif. Banyak proyek game baru, film, sampai ekspansi bisnis online gaming yang lagi mereka dorong buat beberapa tahun ke depan.
Divisi Game Masih Jadi Tulang Punggung
Bisnis hiburan konten yang berisi game konsol, PC, mobile, animasi, dan amusement tetap jadi penyumbang utama pemasukan SEGA.
Divisi ini menghasilkan penjualan sekitar 326,6 miliar yen atau setara Rp36 triliun lebih. Namun profitnya turun karena beberapa game baru performanya kurang sesuai ekspektasi.
SEGA juga mengakui beberapa game free-to-play mereka kurang sukses di pasar global. Bahkan beberapa proyek live service kabarnya mengalami keterlambatan rilis.
Di sisi lain, performa Rovio Entertainment yang mereka akuisisi juga belum terlalu memuaskan sehingga ikut memengaruhi profit keseluruhan perusahaan.
Pachislot dan Kasino Jadi Penyelamat
Menariknya, bisnis pachislot dan pachinko malah jadi penyelamat tahun ini. Penjualan divisi tersebut naik cukup tinggi berkat beberapa mesin baru yang laris di Jepang.
SEGA juga berhasil meningkatkan posisi mereka di pasar smart pachislot lewat IP populer seperti Hokuto No Ken dan Kabaneri.
Selain itu, bisnis gaming kasino mereka di Amerika Utara ikut tumbuh. Penjualan mesin slot meningkat meski divisi ini masih mencatat kerugian operasional karena biaya investasi awal yang besar.
SEGA sekarang juga serius membangun bisnis omni-channel gaming dengan menggabungkan kasino offline, platform online, sampai social casino dalam satu ekosistem besar.
Banyak Game Besar Lagi Disiapkan
Buat gamer, bagian paling menarik tentu roadmap game mereka ke depan. SEGA menjelaskan ada 4 game besar berbasis IP populer yang siap dirilis tahun depan.
Beberapa proyek yang mulai ramai dibahas antara lain Persona 4 Revival, game baru Stranger Than Heaven dari RGG Studio, sampai Total War terbaru.
Tidak cuma itu, SEGA juga sedang menghidupkan kembali banyak franchise klasik seperti Virtua Fighter, Crazy Taxi, Golden Axe, dan Jet Set Radio.
Strategi mereka sekarang terlihat mulai lebih fokus ke full game premium dibanding terlalu agresif mengejar game live service.
Andalan Utama: Sonic dan Angry Birds
Selain game, SEGA juga makin serius mengembangkan bisnis transmedia dan lisensi. Franchise seperti Sonic the Hedgehog dan Angry Birds jadi andalan utama mereka.
Pendapatan lisensi terus naik dan partner kolaborasi juga makin banyak. Mereka bahkan sudah menyiapkan The Angry Birds Movie 3 untuk akhir 2026 dan film Sonic terbaru pada awal 2027.
Walau tahun ini terasa berat karena rugi besar dan banyak investasi mahal, SEGA tetap optimistis bisa balik ke jalur positif mulai tahun fiskal berikutnya.
Dengan banyak game besar dan proyek film yang sedang disiapkan, perjalanan SEGA beberapa tahun ke depan sepertinya masih akan menarik untuk diikuti.